Jumat, 16 November 2012

Pertemuan Tak Terduga (1)



Terdengar bising di depan rumah ali, ternyata ada keributan yang disebabkan maling motor. Beberapa hari memang lingkungan ali terasa aneh karena ada orang-orang tak dikenal sering nongkrong tak jelas di warung yang tak jauh dari rumah ali.  Polisi pun mulai berdatangan untuk mengamankan sang maling motor agar tak menjadi sasaran  amuk warga.
“wah rame juga ya? Ada-ada aje sih pagi-pagi udah bikin kerjaan aja!” ujar ali ke bapak nya. “ga tau tuh dasar maling gak ada otaknya!!!” sahut bapak ali agak kesal. “Sudah sono li, lo siap-siap berangkat kerja, kan hari ini hari pertama lo kerja!!!” perintah bijak bapak ali kepada anak semata wayangnya.
Setelah selesai mandi, ali bergegas untuk berangkat kekantornya. Ali dahulu adalah salah satu mahasiswa di salah satu PTS di daerah pinggiran yang tidak begitu terkenal dan sekarang ali bekerja di BPR Pelita Hati di Cabang Pasar Minggu.
Hari pertama ali bertugas, ia harus keliling ps minggu untuk menyebar brosur dan prospek pedagang yang membutuhkan biaya tambahan untuk modal usahanya.
“Bisa terlambat nih, macet banget lagi!” keluh Ali. Jalan di Jakarta memang terkenal macet. Pollantas mengatur laju kendaraan untuk mengurai kemacetan Jakarta. Ada yang kena razia karena melanggar jalan dengan memasuki jalur Busway. Tiba-tiba....PPPPRRRIIITTTT.... 
(to be continued...)

Selasa, 14 Agustus 2012

Saat Yang Dinanti...ternyata..


Senyumnya menyejukkan, tawanya riang, dan bola matanya berbinar cerah, itulah gambaran suasana hati andri saat ini. Yang diidam-idamkan akhirnya tercapai juga, yaitu akan memiliki pendamping hidup. Fase kehidupan yang sangat diimpikannya sejak menginjak bangku kuliah karena prinsip Andri daripada pacaran lebih baik langsung saja menikah, dari sisi ekonomi juga lebih efisien. Jika pacaran pun setidaknya harus siap antar jemput, ajak nonton, shoping dan belum tentu nanti jodoh. Kalau tidak  jodoh itu namanya mubazir,,,hehehhehehehe,,,,
Terlihat Andri tersenyum-senyum tidak jelas sambil memegang undangan pernikahannya. Pikirannya terus melayang-layang membayangkan hari penikahannya. Hatinya dag-dig-dug mereka-reka saat akan ijab kabul didepan penghulu, saat sang pujaan hatinya mencium tangannya yang menandakan ia sudah sah menjadi imam didalam kehidupan sang pendamping hidup. Andri terus melihat-lihat keindahan undangan yang sudah dipesannya. Terlihat indah nama Lusi dihatinya, Lusi & Andri, begitulah nama yang tertera.
 Tak lama Andri melihat jam tangannya, jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB.
“ Ah udah jam 10 malem???, si asep kemana nih? Janjian jam setengah delapan malam koq sampe jam segini gak muncul-muncul???” keluh andri sambil mengotak-atik HP nya.  Andri berusaha menelpon asep, namun HP asep tak diangkat. Padahal mereka memiliki janji untuk menuju lokasi pernikahan andri, untuk melihat kesiapan dekorasi dan asesoris lainnya.
Untuk mengurangi rasa tegang dan dak dik duk dihati, andri memutar nasyid Edcoustic :
Duhai pendampingku, akhlakmu permata bagiku
Buat aku makin cinta
Tetapkan selalu janji awal kita bersatu
Bahagia sampai ke surga

Maafkan aku jika tak bisa sempurna
Karena ku bukan lelaki yang turun dari surga
Ketulusan hatimu anugerah hidupku
Doakan langkah kita tak berpisah
Untuk selamanya
“Hey ndri, asyik banget dengerin musiknya” sergah asep yang melenyapkan lamunan andri.
“Et dah, loe dateng pake salam kek, udah telat, ngagetin lagi”, cerocos andri ke asep.
“iye, ma’af-ma’af”, asep memelas minta ma’af.
“Ya udah cepet nyok kita otw, udah malem nih”, ajakan andri semangat 45 ke Asep.
“ Cie, yang udah gak sabaran dah nunggu besok”, ledek asep ke Andri. Untuk kali ini Andri tak menghiraukan ledekan Asep.
Andri langsung nge gas motor CBR nya, Asep terkaget dan hampir saja terpelanting dari motor.
Keesokan harinya, Rumah kediaman Andri terlihat sibuk dan ramai. Terlihat tante, om, nenek dan sanak saudara yang lain terlihat bahagia melihat sang manten tersenyum bahagia. Semua sudah siap berangkat dan tiba-tiba hp Andri berdering.
“ Udah sampe mana mas andri”, suara terdengar merdu bagi andri. Ya, Lusi menelponnya yang sebentar lagi akan memenjadi istrinya.
“Ya lusi, kita mau otw nih, tunggu aja”, sahut Andri sambil senyum-senyum gak jelas.
“Oke deh, kita tunggu ya”, balas Lusi.
Dengan semangat Andri memasuki mobil bersama rombongan menuju tempat pernikahan Lusi & Andri. Perjalanan penuh canda tawa, namun ketika memasuki halaman Masjid Al Mujahidin, terdengar suara keras, “GGGGGUUUBBRRAAAAKKK”.
Emak Andri kaget,” Andri, kenape loe dikamar??? Suara apaan tuh jatoh???”
Andri terkaget dan ternyata hanya mimpi.   

Ciputat, 14 Agustus 2012
12.36

Kamis, 26 Juli 2012

Memulai itu Perlu Waktu

Masih terasa segar udara pagi ini. Di bulan Ramadhan yang sangat terasa nikmat walaupun lelah terasa dengan jadwal yang cukup padat dan menguras pikiran. Ramdhan kali ini terasa sangat berbeda dengan Ramdhan tahun-tahun sebelumnya. Ramadhan kali ini super extra berpikir dan bertindak lebih cerdas, cermat, dan saatnya bermertamorfosis.  Bermertamrfosis dari seorang karyawan menjadi wiraswasta.
Memang tidak mudah karena pola pikir dan mental sejak dari masa kanak-kanak, di rumah dan di sekolah dilatih dan dididik menjadi seorang karyawan yang setiap bulannya berpenghasilan tetap, ya tetap segitu-gitu saja tapi pada akhirnya tidak akan sulit saat mau memulai. Kegagalan itu bukan karena kita tidak bisa tapi karena kita tidak mau mencoba.
Begitupun menjadi wiraswasta, memang tidak ada jaminan akan menuai keberhasilan namun kita tidak akan tahu kita berhasil atau tidak jika tidak pernah mau mencobanya. Yang terpenting mau mencoba dan berusaha sebaik-baiknya. Keberanian tidak datang begitu saja namun butuh perenungan dan pembelajaran yang cukup panjang.
Ketika memulai pun terkadang diliputi rasa minder akan perusahaan sejenis yang sudah besar. Berfikir dan terus berfikir dan semua nama besar tidak akan selalu menjamin keamanan nama besar itu tetap besar, yang terpenting langkah ini tetap berada di jalan yang semestinya.

Rabu, 11 Juli 2012

Jakarta Memilih

Pas tanggal 11 Juli 2012, warga Jakarta memilih calon pemimpinnya untuk lima tahun ke depan. Permasalahan kota Jakarta yang sangat kompleks, untuk sisi calonnya pun kompleks alias banyak banget kalo gak salah ada enam bakal calon. Sebelum aye nulis lebih jauh, kite denger dulu lirik sang legenda betawi, bang Bens yang berjudul kompor meleduk.

 Aah….! Nya’ banjir!

Jakarta kebanjiran, di Bogor angin ngamuk
Ruméh ané kebakaran garé-garé kompor mleduk
Ané jadi gemeteran, wara-wiri keserimpet
Rumah ané kebanjiran gara-gara got mampet

Aa~ti-ati kompor meledug
Aa~ti ané jadi dag-dig-dug (heh.. jatuh duduk)
Aa~yo-ayo bersihin got
Jaa~ngan takut badan blépot

Coba enéng jangan ribut, jangan padé kalang kabut

Aarrrgh!!…

hehehheheehe,,,banjir merupakan salah satu masalah warga jakarta yang sampai saat ini belom kelar. Janji sang ahli pun tinggal janji. Masalah banjir tetap saja menyapa warga jakarta. Belom lagi masalah kemacetan, kejahatan, dan lain sebagainya.

Jika tahun 2007 Pemilukada lebih sederhana pesertanya. Namun pertarungan saat ini lebih menarik karena para calon bakal Gubernur harus extra bekerja keras merebut hati warga Jakarta.

Hasil sementara penghitungan pun sudah terlihat siapa yang bakal memenangi pemungutan  suara putaran pertama dan sudah dipastikan bahwa Pemilukada Jakarta 2012 akan ada dua putaran. Untuk saat ini, Joko Widodo mengungguli calon incumbent Fauzi Bowo yang lebih dikenal dengan kumis nya.

Hasil Quick Qount dari berbagai lembaga survey :

PRISMA :

1. Foke-Nara: 34,58 %
2. Hendardji-Riza: 1,73 %
3. Jokowi-Ahok: 42,69 %
4. Hidayat-Didik: 11,57 %
5. Faisal-Biem: 4,89 %
6. Alex-Nono: 4,54 %


STEKPI

1. Foke-Nara: 34,38 %
2. Hendardji-Riza: 1,98 %
3. Jokowi-Ahok: 40,49 %
4. Hidayat-Didik: 12,58 %
5. Faisal-Biem: 5,11 %
6. Alex-Nono: 5,47 %


Lingkaran Survei Indonesia (LSI):

1. Foke-Nara: 34,17 %
2. Hendardji-Riza: 1,82 %
3. Jokowi-Ahok: 43,04 %
4. Hidayat-Didik: 11,77 %
5. Faisal-Biem: 4,83 %
6. Alex-Nono: 4,37 %

Indobarometer:

1. Foke-Nara: 33,8 %
2. Hendardji-Riza: 2,6 %
3. Jokowi-Ahok: 42,2 %
4. Hidayat-Didik: 11.5 %
5. Faisal-Biem: 5,1 %
6. Alex-Nono: 4,7 %

Saifulmujani Research and Consulting:

1. Foke-Nara: 33,54%
2. Hendardji-Riza: 2,02%
3. Jokowi-Ahok: 43,14%
4. Hidayat-Didik: 11,24%
5. Faisal-Biem: 5,08%
6. Alex-Nono: 4,98%

Jaringan Suara Indonesia (JSI)

1. Foke-Nara: 34,42 %
2. Hendardji-Riza: 1,88 %
3. Jokowi-Ahok: 41,97 %
4. Hidayat-Didik: 11,4 %
5. Faisal-Biem: 5,15 %
6. Alex-Nono: 5,16 %

 (sumber : detik.com)

Memang diluar dugaan Jokowi bisa mengungguli Foke dan mampu meninggalkan jarak yang jauh dari pesaing-pesaingnya yang lain. Bahkan Jokowi meninggalkan jauh perolehan suara Hidayat Nur Wahid yang pernah menjadi Ketua MPR RI. Tokoh lokal yang mampu mengalahkan tokoh-tokoh nasional.

Namun yang patuh diperhatikan, ternyata masih banyak warga yang enggan memilih atau menggunakan hak suaranya. Ini harus jadi perhatian birokrat-birokrat negeri ini jika suatu saat nanti tidak ada yang mau memilih lagi. Dari hasil pantauan lembaga survey Indobarometer golput pilgub kali ini mencapai 37,05 %. Btw, apapun hasilnya yang terpenting adalah pesta demokrasi warga jakarta jangan ada pertumpahan darah atau pun yang merugikan kita sebagai warga. Yang terpenting lagi, kehidupan Jakarta lebih baik lagi.

Senin, 04 Juni 2012

Undangan ini akan ku simpan... (episode 1)


Tatapan matanya hampa, senyumannya dipaksakan agar  tetap terlihat manis, duduk sambil memegang undangan ditangan kirinya. Menghitung jumlah kendaraan, walaupun dihitung tidak akan habis-habis. Memang tidak ada kerjaan di hari minggu ini, namun si andri ingin sekali bekerja di hari libur yang cerah ini tapi tak secerah hatinya, hanya untuk menghibur hatinya yang sedang tersakiti karena undangan yang diterima dari rini semalam.
Kegelisahan mendera hati andri, karena nama yang tertera di undangan Siti dan Hasan. Ya, siti selama ini merupakan wanita yang ideal baginya untuk dijadikan istri untuknya. Siti adalah jantung hatinya, ya setidaknya setahun yang lalu, sebelum semuanya berakhir karena orang tua dari siti tidak setuju. Yang menjadi faktor utamanya adalah suku andri yang berlatar belakang betawi ditambah pekerjaan yang hanya menjadi staff marketing di Bimbingan Belajar. Dipandanglah sebelah mata oleh orang tua siti.
Dengan prestasi yang sangat gemilang dan perolehannya melebihi target yang telah ditetapkan, dalam waktu singkat, satu tahun ia sudah diangkat menjadi asisten manager marketing. Andri adalah karyawan berprestasi, namun untuk hal cinta ia bukanlah seorang yang berprestasi pula. Keadaan berbalik 180 derajat ketika berbicara pekerjaan dan cinta tentang si Andri.
“Hey ndri, ngapain loe bengong-bengong sendirian dipinggir jalan????” tiba-tiba lukman datang membuyarkan lamunan andri.  Lukman melihat wajah andri, sepertinya akan turun hujan walaupun cuaca untuk hari ini sangat cerah. “ah gak knapa-knapa luk”, sahut andri dengan berlagak baik-baik saja.  “Ayolah ndri, jangan berlagak sama gue, jujur ajalah ,” desak lukman berlagak sok tahu sambil mengajak andri untuk nongkrong di Sevel bintaro. Sambil menuju tempat yang dituju, akhirnya andri menceritakan semua keluh kesahnya kepada lukman.
Waktu tinggal 2 minggu lagi hari dimana andri harus merelakan siti menjadi milik orang lain. Berat dan sakit hati yang tak terkira yang harus dirasakan. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 23.59 dan besok hari senin, namun andri belum bisa tertidur dan lukman pun sepertinya harus pulang. “ Bahaya banget dah, mana besok ada presentasi di dua sekolah, dari pagi sampe sore”, keluh andri. “ ini pasti gara-gara undangan yang gue terima semalam, kacau,,kacau,,,”, andri lebih berkeluh kesah lagi.  “ gue harus kuat,” teriak dalam hati andri, dengan mencoba memaksasakan pulang dengan mata yang agak syahdu. Setelah sampai rumah yang memang tidak terlalu jauh dari tempat tongkrongannya dengan lukman, andri pun langsung merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
“Andri banguuuuunnnnnnnnnnn, udah jam berapa tuh??? Gak kerja, kamu bilang mau masuk pagi???? “ teriak Mak andri beberapa kali.
“   Iya mak, ni juga udah bangun,  sabar kenapa!!!” sahut andri sambil memaksa membuka kelopak matanya yang masih terasa berat untuk dibuka.
Setelah selesai mandi dan rapih andri segera bergegas, “ Mak, andri berangkat dulu ya! Assalamualaikum!!!” Teriak andri kepada maknya. “Wa’alaikumsalam,” maknya menjawab agak kaget.
Andri langsung nge gas motornya, kebut secepat kilat. Dengan kecepatan tinggi andri berusaha menyalip kendaraannya. Jika terlambat bisa berbahaya, karena ia sebagai penanggung jawab presentasi kali ini. Jarak yang ditempuh antara rumah andri ke kantor lumayan jauh. Rumah andri di slipi sedangkan kantor andri ada di bintaro. Jalan yang cukup macet jika jam berangkat kerja dan sekolah yang berbarengan.
Hape andri tak lama berdering cukup lama,,kriinnggg...kriinggg....” Halo, andri posisi ada dimana??” tanya pak Jovan.
“ Di daerah pasar kebayoran pak”, jawab andri singkat.
“ Cepatlah, sebagai seorang marketer kamu harus memiliki integritas diri seperti datang in time dari janji”, Pak Jovan memberikan arahan. Pak jovan adalah atasannya persis sebagai manager marketing
“Baik pak”’, andri mengiyakan saja arahan pak jovan.Ya, pak Jovan sangat in time terhadap waktu, apalagi terhadap pertemuan dengan klien.
Dengan lamunan yang bercampur aduk, tiba-tiba ada motor yang berjalan dari arah berlawanan. Terdengar suara keras, Gubraaakkkkk...!!!!!
( nanti nyambung lagi ye ceritanye....)
  

Jumat, 25 Mei 2012

Gak jadi Closing...


Angin berhembus kencang mengurai lembaran indah rambutnya yang sudah tak terurus, tatapan matanya sayu menandakan suatu kelelahan yang sangat tubuhnya, seakan lunglai tak berdaya ditengah tingginya gedung-gedung pencakar langit. Walaupun  pemuda ini sedikit tampan namun dengan kondisi sekarang berjalan di trotoar jalan Thamrin gak ada tampan-tampannya dah, kucel iya...
Ttiiinnn...ttiiinnn...suara klakson motor  bebek menghaburkan lamunan andri yang sedang berjalan. “ bego loe, kalo jalan jangan meleng,” bentak seorang pengendara motor sambil berlalu tanpa merasa berdosa.  Andri merupakan seorang karyawan dari perusahaan asuransi. Lelah sudah mulai terasa, ditambah terik matahari yang panasnya tidak sampai ke ubun-ubun kepala saja. Menjadi seorang marketing tidak semudah teori-teori yang ada di buku-buku. Sudah 15 perusahaan yang disambanginya untuk menawarkan asuransi bagi karyawannya tapi selalu ditolaknya. Kepala sudah mau pecah saja dan bagaimana laporanku ke bos nanti. Hari yang sangat sulit sekali. “ Aduh gimana ya??? Bisa kena marah gue sama bos nih” gerutunya.
Kkrriingggg...kriinggg....kkkrriiinggggg......saku andri bergetar. Hah, ternyata hape andri  ada yang menghubungi setelah melihat hapenya yang ternyata dari si bos.  Hati andri langsung berdetak kencang, “ gimane laporan gue ke bos nih???”
“ Andri, bagaimana penjualan hari ini???” si bos langsung bertanya tanpa basa-basi lagi. “eehhh....belum ada yang closing bos” andri bicara agak ketakutan. “Apa,,,??? Nada si bos agak tinggi kali ini, “ Iya bos,,,,” jawab andri agak ketakutan.
“Pokoknya harus ada yang closing minimal 1 perusahaan hari ini, jika tidak kamu akan kena sanksi” perintah bos dengan nada perintah.  Bbrrraaakkkkk....terdengar keras gagang telpon diputus dari si bos. Kacau semakin kacau saja ini, keadaan minggu ini memang tidak memihak kepada andri karena dari hari kamis sampai sekarang tidak ada satu pun yang tembus dari proposalnya.
Andri mencoba menenangkan diri, melihat list daftar kunjungan mungkin ada perusahaan yang memungkinkan untuk didatangi. Wah kebetulan, ada perusahaan di depan mata ada di list semoga berhasil kali ini. Harap-harap cemas. Dengan sisir yang ada di saku, mencoba mengembalikan kerapihan rambutnya yang sudah mulai tak terarutur seperti benang layangan kusut.
Pertama yang harus didatangi adalah pak satpam, yang berkumis tebal. Hati semakin tak karuan ada ketakutan akankah ditolak lagi. Mendekatlah andri kepada pak satpam, dengan mencoba ramah andri menyapa pak satpam sambil bertanya dimana ruangan bagian Humasnya. Pak Satpam yang terlihat galak pun dengan ramah bertanya. Perbincangan mereka agak lama dan mengobrol dan ternyata pak satpam mepersilahkan andri untuk menuju ke ruangan Humas dan tentunya meninggalkan kartu identitas. Dengan harap-harap cemas andri, menuju ke ruang Humas semoga kali ini proposalnya bisa tembus. Tookk..took...took... suara pintu terdengar merdunya bagi andri dengan harapan besarnya. Hatinya mulai cemas karena berulang-ulang tak ada sahutan dari dalam.
Melihat andri yang sedari tadi mengetuk pintu tak ada sahutan, seorang Office Boy  menghampiri andri. “ Ma’af pak, mencari siapa ya???? Tanya OB.
“ Saya mencari pak Sugeng, Kepala Bagian Humas kantor ini Pak”, dengan nada sopan andri kepada OB.
“Oh pak sugeng, baru saja keluar pak, sepertinya izin karena anaknya” timpal sang OB.....
Jakarta, pk 13.45, Friday 25 may 2012      

Minggu, 22 April 2012

Cinta itu Dimana???

Dalam fase kehidupan ini, banyak warna yang akan dilalui. Ada warna putih, hitam dan mungkin abu-abu yaitu warna yang samar-samar entah dari mana itu benar atau salah. Ya, kita dengan mudah ketika ada di posisi putih atau hitam, bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah namun ketika ada di posisi abu-abu kita akan sulit menentukan posisi mana kita berada. Benar atau salah??? Ada hal yang sangat subyektif terkadang kita menilai dalam posisi seperti ini.
Setiap ujian yang diberikan dan pilihan yang ada akan memposisikan kita berada dalam 3 warna itu. Ketika cinta menyapa setiap hati manusia pun akan terwakili dalam 3 warna itu. Cinta itu berada diposisi putih, hitam atau abu-abu...?
Annis Matta berkata, "  Begitulah cinta tersurat di langit kebenaran. Bahwa karena cinta jiwa harus selalu berujung dengan sentuhan fisik, maka ia berdiri dalam tarikan dua pesona itu: jiwa dan raga." Itulah cinta, tarikannya begitu mempesona, selalu menarik sang pemilik jiwa nya, ada tarikan untuk tarikan akan sentuhan fisiknya. Ada tarikan dari jiwa sang pemilik jiwa sehingga dapat mengantarkan sang cinta di wilayah putih, hitam dan bahkan abu-abu. Ini seringkali membuat kebingungan akan keberadaan cinta itu.
Tragedi cinta itu sangat menyakitkan, seperti kisah Tragedi Zaenudin dan Hayati dalam Tenggelamnya Kapal Vanderwijck, atau Qais dan Laila dalam Majnun Laila, terlalu miris. Sakit. Terlalu sakit. Karena didalam jiwa seharusnya itu mustahil. Tragedi cinta selamanya merupakan tragedi kemanusiaan. Ketika cinta menimbulkan sebuah tragedi. Dimanakah cinta itu???
Ketika cinta tak bersambut, apakah cinta itu kebaikan untuknya atau buruk??? Ketika cinta menimbulkan frustasi, dimanakah posisi nya??? Namun, sejatinya, cinta itu anugerah Illahi dan bisa kita renungi agar cinta itu tetap putih dan suci seperti syair lagu dari The Fikr yang berjudul cinta

Mencintai dicintai fitrah manusia
Setiap insan di dunia akan merasakannya
Indah ceria kadang merana itulah rasa cinta

Berlindunglah pada Alloh dari cinta palsu
Melalaikan manusia hingga berpaling dari-Nya
Menipu daya dan melenakan sadarilah wahai kawan